Sunday, October 10, 2010

eRWe


          Bingung mau nulis apaaaaaaaaaaaaaaaaa... Tadi udah diluapin semua isi hatinya tapi internetnya disconnect, jadi aja gak kepublish dan parahnya lagi gak kesave. Aisssssssssssssssssshhh... Tapi bicara tentang sang satria bergitar pujaan mimpi da nyata selalu takkan ada habisnya, muahahahaha... Jadi jadi jadi, saatnya bercerita lagi, menyenangkan diri sendiri dan pasti seru aja kalo tulisan ini gw baca lagi di waktu-waktu yang akan datang, waktu gw udah nenek-nenek misalnya. Eh, kelamaan dink, ya paling gak tahun depan gitu. Wahihi..
          Nah, begini ceritanya...
          Jadi tadi malem tuh gw mimpi disamperin doonk sama sang satria bergitar, disamperin boooooooooookk, bukan gw yang nyamperin, ajaib bukaaaaaaaaann??? Pastinya!!! Ceritanya gw lagi ada di satu tempat, eum tepatnya di satu ruangan bareng sama kakak gw. Gw lupa kita berdua lagi ngobrolin apaan tapi yang pasti di sela-sela obrolan itu gw neriakin nama sang satria bergitar yang ditambah dengan embel-embel kekaguman (nb: gw emang suka neriakin nama sang satria bergitar sewaktu-waktu, kapan dan dimana aja, suka gak nyadar malah, hahahaha). Tanpa sepengetahuan gw, ternyata waktu gw neriakin nama itu satria bergitar, orangnya nyimak dengan seksama dari depan ruangan alias di depan pintu. Dan demi apa dia masuk ruangan dan seketika itu pula gw langsung buru-buru ngmpet di bawah kolong meja. Konyol gak sih gw??? Jelas-jelas sang satria bergitar udah denger dan ngeliat gew dari arah belakang eh gw malah ngumpet, telat banget booookk dan mungkin gw terlihat sangat sangat bodoh saat itu. Tapi ya mau gimana lagi, judulnya juga disamperin, mana sempet ang namanya gw mikir ato kontrol diri, semuanya terasa spontan aja gitu. Sumpah ya, waktu di kolong meja gw bener-bener ngerasa gak berdaya apalagi pas nyadar kalo sang satria bergitar nyamper trus jongkok di deket meja dan bilang: "Tadi bilang apa?", ya otomatis gw speechless dooooonk... masa teriakan kekaguman gw yang super norak itu harus gw ulang sih? Kan maluuuu... Belom lagi gw mutusin harus ngambil sikap apa, sang satria bergitar udah ngomong lagi aja: "Sini, nih kan gw nya udah dateng", dia bilang begitu dengan gerakan tangan yang siapapun tau kalo itu isyarat sebuah ajakan plus senyuman maut yang bisa bikin jantung siapapun lepas di tempat. Emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk... Rasanya gw mau pingsan tapi sayang juga sih kalo pingsan, takut dianya keburu pergi. Hahahahahah... Dan yak, momen yang paling gw tunggu-tunggu alias momen puncak, momen gw nyambut ajakan sang satria bergitar buat keluar dari kolong meja dan berhadapan langsung sama orang yang sering banget amanya gw teriakin. Dag dig dug dan dan dan... momen puncak itupun GAK TERJADI karena gw keduluan sama suara alarm subuh. Ah, sayang banget. Kapan lagi coba bisa mimi kayak gitu? Taun depan juga belom tentu, ato malah seumur hidup cuma sekali doank ngalamin mimpi yang kayak giu. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... Tapi tapi dan tapi, gw masih tetep ngarep kalo mimpi itu bersambung, cuma mimpi gitu loh, gak berani kalo ngarep di dunia nyata soalnya. Hihihi... Dan gara-gara hal kayak gini aja gw bisa senyum awet dalam waktu yang cukup lama, sampe berhari-hari lamanya :))

Wednesday, October 6, 2010

Kosong



         Kosong memang sunyi, sepi, senyap, dan diam. Kosong bukan derita, tidak ada yang tau apakah damai atau kecamuk yang tersembunyi di balik sebuah kekosongan, hanya dugaan saja yang bisa diarahkan pada sebuah kekosongan. Apakah kekosongan akan mencari-cari sesuatu yang mengisinya? Mungkin, tapi terkadang tidak juga. Biarkan kosong menikmati keadaannya sendiri, beri kosong waktu...

Monday, October 4, 2010

C(uih)INTA



           Cinta cinta cinta... Hal memuakkan yang begitu dipuja dan dielu-elukan mungkin oleh seisi dunia kecuali gw. Buat gw, cinta itu cuma sebuah kepingan kecil yang ada di dalam hidup, gak lebih, cinta itu sama seperti kepingan-kepingan kecil lain dalam hidup. Gak menempatkan cinta sebagai sesuatu yang begitu dijunjung tinggi bahkan sebagai suatu alasan untuk berjuang dalam hidup. BODOH. Satu kata dari gw buat mereka yang berjuang demi cinta. Kenapa sih gak bisa biasa-biasa aja untuk urusan cinta? Kenapa harus dibuat ribet? Gw sampe benci kata "cinta", benci karena muak dan bosan mendengar mereka yang mungkin jutaan kali lebih banyak menyebut kata "cinta" dari pada menyebut kata "ibu". Hancur karena cinta??? Cuih!! Untungnya gw gak pernah, gak penting banget sampe kacau en hancur cuma gara-gara cinta. Tapi sayang, di luar sana banyak banget banget banget orang yang nyia-nyiain waktu buat merana dalam cinta. Hoek!!! Jujur aja ya, gw gak pernah habis pikir sama hal-hal konyol yang dilakuin orang-orang. Bunuh diri karena cinta juga kasusnya ga sedikit, banyak. Yang gila beneran karena cinta juga banyak. Aneh gak sih fenomena kayak gini? Buat gw sih aneh, terlalu berlebihan memperlakukan cinta. Kuncinya itu cuma satu, BIASA aja. Segala sesuatu yang berlebihan itu kan efeknya memang gak baik. Jangan dikira gw ngomong begini karena gak punya hati ato gak pernah ngerasain yang namanya cinta. Gw pernah, kalo dikategoriin ala pejuang cinta apa yang gw alami termasuk salah satu yang parah malah, tapi dan tapi gw biasa aja, gak terlalu gimana-gimana banget. Yang lebih parahnya lagi, yang berlebihan dalam urusan cinta bukan cuma orang dewasa aja tapi juga mereka yang masih di bawah umur, mereka yang seharusnya gak disibukkan dengan urusan cinta. Kadang rasanya pengen ketawa ngakak waktu liat ada anak SMP yang nangis sesenggukan gara-gara cinta. Please deh, belajar aja dulu gih yang bener, ini malah ribet sama urusan cinta. Geli-geli gimana gitu kalo misalnya liat anak yang mukanya masih imut-imut mendadak bicara cinta ala orang dewasa, sinetron aja gak gitu-gitu banget kali. Hadeuhhh... Eits, bukan berarti orang dewasa jadi boleh berlebihan dalam urusan cinta ya. Justru orang-orang dewasa yang kadang bersikap lebih memalukan dari pada mereka para remaja yang berlebihan dalam urusan cinta. Bayangin aja kalo misalnya kta nemu orang dewasa yang sampe hidupnya kacau, ancur, gila, bahkan bunuh diri cuma gara-gara cinta. Itu pikiran ditaroh dimana? Lupa nyimpen, pergi sendiri, ato dicuri sama orang makanya jadi gak bisa mikir??? Lagi-lagi gw cuma bisa narik nafas panjang kalo udah ngeliat hal-ha konyol seputar cinta, bahkan orang yang terus dan terus bicara cinta (eum, haus cinta kali ya?) pun bikin gw muak, rasanya pengen teriak di muka orang itu dan bilang: DIAAAMM!!! At last, just BIASA in love...

Thursday, September 30, 2010

I Am Today



Just wanna stop being a little girl...

Thursday, September 23, 2010

GALAU



          Entah bagaimana galau kini menjadi teman setiaku, hampir selalu menghampiri dan menemaniku menghabiskan waktu yang sebenarnya tak banyak. Seperti saat ini, aku sedang ditemani galau, bahkan galau mampu membuatku mengabadikannya dalam sebuah tulisan yang akan kupublikasikan dalam duniaku. Hebat, benar-benar hebat. Sejak pertama kali berkenalan dengannya, aku langsung merasa akrab, ya seperti bertemu dengan teman lama saja rasanya. Dan galau seringkali datang dalam kesendirian karena dia tahu kapan harus menemani seseorang, seseorang harus ditemani saat sendiri seperti aku sekarang ini. Galau tak terdefenisi bagiku, aku tidak tahu bagaimana harus mendeskripsikannya. Galau itu lebih dari segala rasa yang tercipta dan pernah kurasakan...

Monday, September 20, 2010

Is It Ok If I Call You Mine By Sondre Lerche

Is it ok if i call u mine?
just for a time
and i will be just fine
if i know that you know
that i'm wanting, needing your love

if i ask of you, is it alright?
if i ask you to hold me tight
through a cold dark night,
cause there maybe a cloudy day in sight
and i need to let you know
that i might be needing you love

and what im trying to say isn't really new
it's just the things that happen to me
when im reminded of you
like when i hear your name
or see a place that you've been
or see a picture of your grin
or pass a house that you've been in
one time or another
it sets of something in me
i cant explain
oh, i cant wait to see you again
oh babe i love your love

and what im trying to say isn't really new
it's just the things that happen to me
when im reminded of you

Wednesday, September 8, 2010

Surat Pertama



            Ini surat pertamamaku untukmu dan aku tidak tahu harus bagaimana mengawalinya. Mungkin akan kuawali dengan menyapamu terlebih dahulu. Ah, bahkan aku kebingungan bagaimana cara menyapamu, aku benar-benar tidak tahu...
           Aku Puteri... Puteri Biru, jodohmu. Aku bahkan merasa tidak nyaman mengatakannya karena khawatir kau tidak begitu menyukaiku yang memang memiliki banyak kekurangan di sana dan sini. Namun, bagaimanapun keadaannya terima saja aku dengan hati terbuka. Aku telah ditakdirkan untukmu. Dan asal kau tahu saja, menerima takdir yang paling berat sekalipun terasa jauh lebih ringan daripada harus menolak atau melawan takdir. Mungkin kata-kataku tadi terkesan memaksa tapi aku tidak memiliki niat lain selain untuk meyakinkanmu untuk menerimaku dengan tangan terbuka.
        Apa kesan pertamamu saat melihatku? Bukan melihat seperti biasa yang kumaksud, tapi melihatku sebagai seseorang yang akan mendampingi hidupmu selamanya. Untuk jawaban-jawaban yang mungkin akan tidak menyenangkan hatiku ada baiknya kau simpan dalam hati saja dulu, dan sebaliknya ada baiknya kau katakan saja di hadapanku. Aku bukannya tidak ingin menerima kenyataan tentang sisi buruk diriku yang dikemukakan orang lain tapi ini karena kita baru bertemu, baru bersama, jadi wajar saja kalau menonjolkan hal-hal yang baik saja. Dan aku berharap hal ini berjalan sepanjang usia, sehingga yang akan kita rasakan indah adanya.
        Mudah-mudahanaku bisa menjadi perempuan yang sempurna untukmu, meskipun pada kenyataannya tidak sedikit cacat yang aku punya. Hal inilah yang menjadi tugas berat untukmu, menggunakan cara pandang lain dalam melihatku. Bagaimana caranya aku yang terlihat seperti Upik Abu ini terlihat seperti seorang bidadari yang mamapu mengalihkan duniamu. Jadikan aku satu-satunya perempuan yag menempati hatimu dan berada di sampingmu seumur hidupmu. 
        Mungkin kita harus membuat sebuah kesepakatan. Kau tidak usah khawatir, bukan karena aku yang menawarkan sebuah kesepakatan lantas kau akan rugi atau berat sebelah. Aku yakinkan sekali lagi bahwa kau sedikitpun tidak akan rugi. Dan kesepakatannya adalah "Kau memberiku TANGGUNG JAWAB dan aku memberimu SEMUANYA". Bagaimana menurutmu? Kau tidak merasa ada hal yang membuatmu merasa keberatan kan? Aku pikir kau pasti akan setuju, sama sepertiku.
        Aku juga ingin mengatakan bahwa aku tidak ingin diPOLIGAMI. Aku yakin kau pasti mengerti kenapa aku menulisnya dengan huruf kapital, itu artinya aku memberikan penekanan khusus pada kata tersebut. Mudah-mudahan kau bisa mengerti. Aku bisa berbagi untuk hal yang lain tapi paling tidak bisa kalau harus berbagi suami. Aku ingin kau haya menjadi milikku saja, hanya ada kau dan aku, tidak ada orang lain.
        Selain poligami, ada hal pantang lain yang tidak boleh kau lakukan. KEKERASAN FISIK. Sekali saja kau melakukannya padaku, apapun lasannya, sengaja atau tidak sengaja, aku tak akan pernah bisa menerimanya. Kalau itu sampai terjadi, aku ingin kau mengembalikanku kepada orang tuaku. Mungkin terdengar sedikit ekstrim, tapi tenang saja, aku mempercayaimu dan yakin bahwa kau tidak akan melakukannya padaku.
        Mungkin surat pertamaku harus kuakhiri sampai di sini saja dulu tapi tenang saja, di depan sana masih akan sangat banyak cerita tentangmu, tak akan ada habisnya sampai misteri ini terpecahkan...